be Creative


Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: ‘Saya buta, tolong saya.’

Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu. Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata.
Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis.

Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, ‘Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?’ Pria itu berkata, ‘Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.’

Apa yang ia telah tulis adalah: ‘Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.’ Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja? Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat.

Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif. Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum. Hadapi masa lalumu tanpa sesal. Tangani saat sekarang dengan percaya diri. Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut. Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan. Orang bijak berkata, ‘Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan… Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya. Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum.. Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !!

Penilaian Keuangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah


Berikut ini adalah Panduan dalam Penilaian kelulusan peserta Pelelangan Pengadaaan Barang dan Jasa yang diadakan oleh Pemerintah

Pemberian nilai keuangan dan teknis ditetapkan oleh panitia pengadaan dan disahkan oleh pengguna jasa, disesuaikan dengan tingkat kesulitan teknis dan kompleksitas pekerjaan yang akan dilaksanakan (contoh: nilai keuangan antara 10 – 25 dan nilai teknis antara 75 – 90).

1). Penilaian Keuangan

Contoh : nilai 10

a). Dukungan Bank (DB)

Penyedia jasa yang tidak menyerahkan dukungan bank sekurang-kurangnya 10% nilai paket yang akan dilelangkan (perkiraan nilai pekerjaan dari pengumuman pelelangan), dinyatakan gugur dan selanjutnya tidak dinilai.

Contoh: nilai 2,5 untuk usaha menengah dan besar

Dukungan keuangan yang dikeluarkan oleh bank pemerintah/swasta sekurang-kurangnya 10% dari nilai paket yang akan dilelangkan dinilai 2,5.

b). Sisa Kemampuan Keuangan (SKK)

Contoh: nilai 10 untuk usaha kecil

nilai 7,5 untuk usaha menengah dan besar

SKK dihitung dengan rumus:

SKK = KK – (NK – Prestasi)

KK = Fp x MK

MK = Fl x KB

KB = (a+b+c) – (d+e), diambil dari neraca (untuk usaha kecil KB maksimum Rp.200 juta)

dimana:

KK = Kemampuan Keuangan

Fp = Faktor perputaran modal

Fp = 6 untuk penyedia jasa usaha kecil

Fp = 7 untuk penyedia jasa usaha menengah

Fp = 8 untuk penyedia jasa usaha besar

MK = Modal Kerja (minimum 10% NP)

KB = Kekayaan Bersih

a = aktiva lancar

b = aktiva tetap

c = aktiva lainnya

d = utang jangka pendek

e = utang jangka panjang

Fl = Faktor likuiditas

Fl = 0,3 untuk penyedia jasa usaha kecil

Fl = 0,6 untuk penyedia jasa usaha menengah

Fl = 0,8 untuk penyedia jasa usaha besar

NK = Nilai Kontrak dalam pelaksanaan

Prestasi= Nilai pekerjaan yang sudah dilaksanakan

NP = Nilai Paket yang akan dilelangkan

Penilaian:

Bila Nilai Paket (NP) sebesar X, maka:

(1). Untuk usaha kecil

SKK > 0,2 X diberi bobot nilai 100%

SKK 0,7 X diberi bobot nilai 100%

SKK 0,8 X diberi bobot nilai 100%

SKK < 0,8 X dinyatakan gugur

Untuk usaha kecil, bila nilai SKK < 10 dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

Untuk usaha menengah dan besar, bila nilai SKK < 7,5 dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

Bila total nilai Sisa Kemampuan Keuangan dan Dukungan Bank X, mendapat bobot nilai 100%;

(b). 0,5 X < Nilai kontrak < X , mendapat bobot nilai 50%;

(c). Nilai kontrak < 0,5 X, tidak mendapat bobot nilai.

(3). Status penyedia jasa

Contoh: nilai maksimum 10

(a). Sebagai penyedia jasa utama/lead firm J.O. mendapat bobot nilai 100%;

(b). Sebagai sub penyedia jasa/anggota J.O. mendapat bobot nilai 30%.

Bila total nilai pengalaman yang diperoleh < 30, maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

c). Personil

Contoh: nilai maksimum 10, nilai minimum 5

(1). Untuk usaha kecil

Contoh: tenaga inti minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan:

- STM Sipil 2 orang (nilai maksimum 7)

- Tenaga Administrasi 2 orang (nilai maksimum 3)

Apabila tersedia STM Sipil 2 orang dan tenaga administrasi 2 orang mendapat nilai 10.

Apabila tersedia STM Sipil 1 orang dan tenaga administrasi 1 orang mendapat nilai 5.

Bagi yang tidak memiliki SKA/SKT tidak dinilai.

(2). Untuk usaha menengah dan besar

(a). Panitia pengadaan harus menyusun daftar tenaga inti minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan;

(b). Penilaian personil ditentukan oleh panitia pengadaan;

(c). Tenaga ahli dan tenaga terampil yang disediakan oleh penyedia jasa harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan sertifikat ketrampilan (SKT);

(d). Bagi yang tidak memiliki SKA/SKT tidak dinilai.

Bila total nilai personil yang diperoleh < 5, maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

d). Peralatan

Contoh: nilai maksimum 15, nilai minimum 7,5

Peralatan yang dinilai hanya yang kondisinya tidak kurang dari 70%.

Kepemilikan peralatan dinilai sebagai berikut:

(1). Milik sendiri dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%;

(2). Sewa beli dengan bukti, mendapat bobot nilai 100%;

(3). Sewa jangka panjang dengan bukti, mendapat bobot nilai 90%;

(4). Sewa jangka pendek dengan bukti, mendapat bobot nilai 50%.

Untuk milik sendiri, sewa beli dan sewa yang tidak disertai bukti, tidak dinilai.

(1). Untuk usaha kecil

Contoh: peralatan minimal yang harus disediakan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan adalah:

- Beton Molen 1 buah (nilai 4)

- Pompa Air 1 buah (nilai 2)

- Stamper 1 buah (nilai 3)

- Ordinary Truck 1 buah (nilai 6)

(2). Untuk usaha menengah dan besar

(a). Panitia pengadaan harus menyusun kebutuhan peralatan minimum yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang dilelangkan.

(b). Penilaian peralatan ditentukan oleh panitia pengadaan

Bila total nilai peralatan yang diperoleh < 7,5 maka dinyatakan gugur dan tidak dilakukan penilaian selanjutnya.

e). Manajemen Mutu

Contoh: nilai 5

Untuk penyedia jasa yang menyampaikan program mutu diberi nilai 5, yang tidak menyampaikan dinilai 0 dan tidak gugur.

Bila total nilai kemampuan teknis < 42,5 dinyatakan gugur.

Bagi penyedia jasa yang lulus penilaian keuangan dan teknis harus dinilai terhadap persyaratan ambang lulus (passing grade).

Bagi penyedia jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun tidak dilakukan penilaian pengalaman perusahaan.

3). Ambang Lulus (passing grade)

Panitia pengadaan harus menentukan nilai ambang lulus.

Contoh :

a). Nilai 75 untuk pekerjaan yang tidak kompleks;

b). Nilai 60 untuk pekerjaan yang kompleks.

Bagi penyedia jasa yang memenuhi nilai ambang lulus, masih harus dilakukan penilaian terhadap kemampuan untuk melaksanakan paket pekerjaan dengan menilai Sisa Kemampuan Paket (SKP).

4). Sisa Kemampuan Paket (SKP)

Untuk penyedia jasa usaha kecil KP = 3

Untuk penyedia jasa usaha menengah KP= 5

Untuk penyedia jasa usaha besar KP = 8 atau KP = 1,2 N

SKP = KP – (jumlah paket yang sedang dikerjakan)

dimana:

KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan

N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.

Bagi penyedia jasa yang masih mempunyai SKP dinyatakan lulus penilaian kualifikasi.

Bagi penyedia jasa yang lulus penilaian kualifikasi harus dilakukan pembuktian kualifikasi.

Pelaksanaan Perayaan Paskah BPN RI Tahun 2011


Paskah BPN RI ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 6 mey 2011, pada pukul 13.30 di aula prona lantai 7

Perayaan Paskah BPN RI tahun ini dilaksanakan berdasarkan SK Ketua Dewan Pengurus KORPRI No.42/KOPRI-BPN RI/X/2010, tentang pembentukan Panitia Pelaksana Perayaan Natal Bersama Tahun 2010 dan Perayaan Paskah Bersama tahun 2011, Perayaan Paskah kali ini diikuti oleh sekitar 100 orang Umat Kristiani Protestan dan Katolik Pegawai Negeri Sipil yang ada di lingkungan BPN RI, Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten beserta keluarga

Paskah bagi kehidupan umat kristiani bukanlah semata-mata perayaan besar yang royal, melainkan suatu kuasa yang dapat mengubahkan, jadi setiap kali kita merayakan Paskah harus ada yang berubah dalam kehidupan kita, paling tidak pertama-tama dirasakan oleh diri kita pribadi dan keluarga.

Ibadah Paskah bersama KORPRI BPN RI Tahun 2011 mengambil Tema Paskah PGI  2011 “Kebangkitan Kristus Memulihkan  Wajah Kemanusiaan “ ( Efesus 1 : 7 – 9 ) dan Sub Tema  “Melalui Darah dan Kebangkitan Kristus kita Peroleh Keselamatan Untuk Melayani dan Berdampak bagi Sesama “

dan didukung oleh Artis yang pada Perayaan Paskah kali ini yaitu Dewi Guna dan Rita AFI

Share Joy In This Small World


If we could shrink the earth’s population to a village of precisely 100 people, with all the existing human ratios remaining the same, it would look something like the following:There would be:
57 Asians
21 Europeans
14 from the Western Hemisphere, both north and south
8 Africans

52 would be female
48 would be male

70 would be non-white
30 would be white

70 would be non-Christian
30 would be Christian

89 would be heterosexual
11 would be homosexual

6 people would possess 59% of the entire world’s wealth

80 would live in substandard housing
70 would be unable to read
50 would suffer from malnutrition
1 would be near death; 1 would be near birth

1 (yes, only 1) would have a college education
1 would own a computer

When one considers our world from such a compressed perspective, the need for acceptance, understanding and education becomes glaringly apparent.

The following is also something to ponder…

If you woke up this morning with more health than illness… you are more blessed than the million who will not survive this week.

If you have never experienced the danger of battle, the loneliness of imprisonment, the agony of torture, or the pangs of starvation… you are ahead of 500 million people in the world.

If you can attend a church meeting without fear of harassment, arrest, torture, or death… you are more blessed than three billion people in the world.

If you have food in the refrigerator, clothes on your back, a roof overhead and a place to sleep… you are richer than 75% of this world.

If you have money in the bank, in your wallet, and spare change in a dish someplace… you are among the top 8% of the world’s wealthy.

If your parents are still alive and still married… you are very rare, even in the United States and Canada.

If you can read this message, you just received a double blessing in that someone was thinking of you, and furthermore, you are more blessed than over two billion people in the world that cannot read at all.

Be happy with what you have in life and share as much joy as you can with others.

 (repost)

Download (SPPD) Surat Perintah Perjalanan Dinas


Buat teman2 PNS BPN RI  yang belum mempunyai contoh softcopy untuk pengembalian SPPD mutasi pegawai kedaerah disini saya sediakan contoh SPPD-nya semoga bermanfaat :D

Contoh SPPD dapat di download dibawah ini :

Contoh Kuitansi SPPD

Contoh Lembar SPPD I

Contoh Lembar SPPD II

Aspek Pertanahan Dalam Menunjang Pewujudan Tata Ruang


ASPEK PERTANAHAN DALAM MENUNJANG PEWUJUDAN TATA RUANG[1]

IWAN ISA[2]

 RTRW dan Pertanahan

Pendahuluan

Tanah merupakan salah satu komponen ekosistim yang sangat strategis bagi kelangsungan kegiatan pembangunan. Sebagai komponen sumberdaya alam, ketersediaan tanah relatif tetap, kualitasnya bervariasi dan keberadaannya tidak mungkin dapat direlokasi.  Kenyataan  ini,  dihadapkan kepada kebutuhan akan tanah yang senantiasa meningkat karena pertambahan penduduk dan aktivitas pembangunan, pada akhirnya secara simultan akan  menimbulkan berbagai bentuk persaingan penggunaan dan penguasaan tanah.

Persaingan penggunaan tanah di satu sisi dapat menciptakan efisiensi pemanfaatan tanah yang akhirnya mengarah kepada terjadinya proses pergeseran  jenis-jenis penggunaan tanah dari pemanfaatan yang intensitasnya  rendah ke intensitas pemanfaatan yang tinggi sehingga lebih ekonomis.  Namun di sisi lain, hal ini  berpotensi melahirkan  konflik  kepentingan, yang di berbagai tempat, telah berkembang menjadi perselisihan yang sulit di atasi serta telah mengarah kepada timbulnya hal-hal yang mengancam kelangsungan jalannya pembangunan.  Demikian juga, persaingan ini  cendrung  merugikan pihak-pihak ekonomi lemah sehingga semakin  menjauh dari nilai – nilai keadilan dalam pembangunan. Padahal keadilan merupakan titik sentral dari  keberlanjutan pembangunan.  Selain itu, penggunaan tanah menjadi semakin tidak terkendali  sehingga memberikan beban tekanan yang berlebihan  terhadap daya dukung tanah yang selanjutnya berdampak kepada  penurunan kualitas lingkungan dengan cepat.

 

Penyelenggaraan penataan ruang, mulai dari proses penyusunan rencana, prosedur legalitas,  maupun produk  tata ruang itu sendiri  merupakan suatu perangkat  kebijaksanaaan, pedoman pengarahan dan pengendalian bagi pelaksana pembangunan dalam dimensi wilayah. Oleh karena itu, Penataan Ruang diharapkan mampu  mengakomasi dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan  pertanahan tersebut di atas.  Tulisan ini membahas aspek-aspek pertanahan yang berkaitan dengan upaya pewujudan rencana tata ruang. Uraian juga mengkedapankan sejumlah permasalahan penataan ruang dari aspek pertanahan serta beberapa rekomendasi dalam skala operasional.

Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang

Dasar kebijaksanaan pertanahan adalah pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang dijabarkan lebih lanjut dalam UU No 5 tahun 1960 (UUPA).  Pokok-pokok kebijakan pertanahan  tersebut antara lain adalah pasal 1 ayat (1) UUPA yang menyatakan bahwa “seluruh wilayah Indonesia adalah kesatuan tanah air dari seluruh rakyat Indonesia, yang berstatus sebagai bangsa Indonesia” dan ayat (2) yang menyatakan bahwa “seluruh bumi, air dan ruang angkasa termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Republik Indonesia sebagai karunia Tuhan YME adalah bumi, air dan ruang angkasa bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional”. Agar pemanfaatannya dapat memberikan sebesar-besar kemakmuran rakyat maka dalam pasal 2 ayat (1) digariskan bahwa “Bumi, air dan ruang angkasa termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu pada tingkatan tertinggi dikuasai negara, sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat”.  Selanjutnya pada ayat (2) pasal yang sama disebutkan bahwa hak menguasai dari negara memberikan wewenang untuk :

a.   Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan, dan pemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa tersebut.

b.   Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dengan bumi, air, dan ruang angkasa.

c.   Menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.

Terhadap azaz  “negara menguasai” tersebut, maka dalam hubungan antar negara dan masyarakat, kedudukan masyarakat tidak dapat di sub-ordinasikan di bawah negara, karena justeru negara menerima kuasa dari masyarakat untuk mengatur tentang peruntukan, persediaan dan penggunaan tanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas. Kewenangan mengatur oleh negara pun dibatasi, baik oleh UUD maupun relevansinya dengan tujuan yang hendak dicapai yaitu sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Selanjutnya dalam pasal 14 UUPA dan penjelasannya disebutkan   bahwa ” untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita Bangsa dan Negara dalam bidang pertanahan perlu adanya rencana (“planning”) mengenai peruntukan, penggunaan, dan persediaan  bumi, air, dan ruang angkasa untuk pelbagai kepentingan hidup rakyat dan Negara.”  Pemerintah membuat rencana umum persediaan, peruntukan dan penggunaan bumi, air, ruang angkasa serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Berdasarkan rencana umum yang dibuat Pemerintah (Pusat), pemerintah daerah kemudian dapat mengatur persediaan, peruntukan dan penggunaan tanah diwilayahnya sesuai dengan kondisi  daerahnya masing-masing dengan Peraturan Daerah. Apabila dikaji lebih lanjut, maka UUPA memang telah  mengariskan bahwa kewenangan pemerintah dalam perencanaan persediaan, peruntukan dan penggunaan sumberdaya  tanah dapat dilaksanakan oleh   daerah.

UUPA ini kemudian dijadikan sebagai salah satu landasan hukum dalam perumusan Undang-Undang  No. 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang.  Sejalan dengan hirarki perencanaan dalam Pasal 14 UUPA, maka dalam UU 24/1992  digariskan bahwa hirarki penyelengararan perencanaan tata ruang adalah bahwa Rencana Tata Ruang Nasional menjadi acuan bagi Rencana Tata Ruang Provinsi.   Selanjutnya, Rencana Rata Ruang Provinsi menjadi acuan bagi penyelenggaraan Rencana  Tata Ruang Kabupaten/kota.

Hirarki  kelembagaan perencanaan tata ruang yang berkembang di Indonesia tersebut dapat juga ditelusuri dari  perkembangan panjang konsep perencanaan wilayah di Indonesia yakni melalui suatu proses iteratif yang menggabungkan dasar-dasar pemahaman teoritis dengan pengalaman-pengalaman praktis sebagai bentuk penerapannya yang bersifat dinamis.  Berawal dari teori Walter Isard sebagai pelopor Ilmu Wilayah yang mengkaji terjadinya hubungan  sebab-akibat dari faktor-faktor utama pembentuk ruang wilayah, yakni faktor fisik, sosial-ekonomi, dan budaya. Kedua adalah Hirschmann (era 1950-an) yang memunculkan teori polarization effect dan trickling-down effect dengan argumen bahwa perkembangan suatu wilayah tidak terjadi secara bersamaan (unbalanced development). Ketiga adalah Myrdal (era 1950-an) dengan teori yang menjelaskan hubungan antara wilayah maju dan wilayah belakangnya dengan menggunakan istilah backwash and spread effect. Keempat adalah Friedmann (era 1960-an) yang lebih menekankan pada pembentukan hirarki guna mempermudah pengembangan sistem pembangunan yang kemudian dikenal dengan teori pusat pertumbuhan. Terakhir adalah Douglass (era 70-an) yang memperkenalkan lahirnya model keterkaitan desa –kota(rural – urban linkages) dalam pengembangan wilayah.

Dalam perkembangannya di Indonesia  keberadaan landasan teori-teori wilayah diatas kemudian diperkaya oleh pemikiran sejumlah pakar nasional seperti  Sutami (era 1970-an) dengan gagasan bahwa pembangunan infrastruktur yang intensif untuk mendukung pemanfaatan potensi sumberdaya alam akan mampu mempercepat  pengembangan wilayah.  Poernomosidhi memberikan kontribusi lahirnya konsep hirarki kota-kota dan hirarki prasarana jalan melalui Orde Kota. Selanjutnya oleh Ruslan Diwiryo (era 1980-an) yang memperkenalkan konsep Pola dan Struktur ruang yang Kemudian menjadi inspirasi utama bagi lahirnya UU No.24/1992 tentang Penataan Ruang[3].

Pada periode 1980-an ini pula, lahir Strategi Nasional Pembangunan Perkotaan (SNPP) sebagai upaya untuk mewujudkan keterpaduaan sitem kota-kota nasional yang efisien dalam konteks pengembangan wilayah nasional. Dalam perjalanannya SNPP ini  menjadi salah satu landasan pemikiran  dalam perumusan  PP 47 tahun 1998 tentang Perencanaan Tata Ruang Nasional (RTRWN).


[1]       Disampaikan dalam Rangka Pelatihan Penyelenggaraan penataan Ruang dam Pembangunan Daerah, Diklat Puspida_PU,Jakarta 13 – 18 Desember 2005

[2]       Kasubdit Perencanaan Penatagunaan Tanah, Badan Pertanahan Nasional.

[3]       Akil, Syarifuddin. (n.d). “Pengembangan Wilayah dan Penataan Ruang di Indonesia” Kuliah Terbuka Program Magister, Universitas Hasanuddin Makassar, Makassar .

(share ulang)

AkuTidakTakut..


I’m not afraid to take a stand
Everybody come take my hand
We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just let you know that, you’re not alone
Holla if you feel that you’ve been down the same road

Yeah, It’s been a ride…
I guess I had to go to that place to get to this one
Now some of you might still be in that place
If you’re trying to get out, just follow me
I’ll get you there

You can try and read my lyrics off of this paper before I lay ‘em
But you won’t take this thing out these words before I say ‘em
Cause ain’t no way I’m let you stop me from causing mayhem
When I say ‘em or do something I do it, I don’t give a damn
What you think, I’m doing this for me, so fuck the world
Feed it beans, it’s gassed up, if a thing’s stopping me
I’mma be what I set out to be, without a doubt undoubtedly
And all those who look down on me I’m tearing down your balcony
No if ands or buts don’t try to ask him why or how can he
From Infinite down to the last Relapse album he’s still shit’n
Whether he’s on salary, paid hourly
Until he bows out or he shit’s his bowels out of him
Whichever comes first, for better or worse
He’s married to the game, like a fuck you for christmas
His gift is a curse, forget the earth he’s got the urge
To pull his dick from the dirt and fuck the universe

I’m not afraid to take a stand
Everybody come take my hand
We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just let you know that, you’re not alone
Holla if you feel that you’ve been down the same road

Ok quit playin’ with the scissors and shit, and cut the crap
I shouldn’t have to rhyme these words in the rhythm for you to know it’s a rap
You said you was king, you lied through your teeth
For that fuck your fillings, instead of getting crowned you’re getting capped
And to the fans, I’ll never let you down again, I’m back
I promise to never go back on that promise, in fact
Let’s be honest, that last Relapse CD was “ehhhh”
Perhaps I ran them accents into the ground

Relax, I ain’t going back to that now
All I’m tryna say is get back, click-clack BLAOW
Cause I ain’t playin’ around
There’s a game called circle and I don’t know how
I’m way too up to back down
But I think I’m still tryna figure this crap out
Thought I had it mapped out but I guess I didn’t
This fucking black cloud still follow’s me around
But it’s time to exercise these demons
These motherfuckers are doing jumping jacks now!

I’m not afraid to take a stand
Everybody come take my hand
We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just let you know that, you’re not alone
Holla if you feel that you’ve been down the same road

And I just can’t keep living this way
So starting today, I’m breaking out of this cage
I’m standing up, Imma face my demons
I’m manning up, Imma hold my ground
I’ve had enough, now I’m so fed up
Time to put my life back together right now

It was my decision to get clean, I did it for me
Admittedly I probably did it subliminally for you
So I could come back a brand new me, you helped see me through
And don’t even realise what you did, believe me you
I been through the ringer, but they can do little to the middle finger
I think I got a tear in my eye, I feel like the king of
My world, haters can make like bees with no stingers, and drop dead
No more beef flingers, no more drama from now on, I promise
To focus soley on handling my responsibility’s as a father
So I solemnly swear to always treat this roof like my daughters and raise it
You couldn’t lift a single shingle on it
Cause the way I feel, I’m strong enough to go to the club
Or the corner pub and lift the whole liquor counter up
Cause I’m raising the bar, I shoot for the moon
But I’m too busy gazing at stars, I feel amazing and

I’m not afraid to take a stand
Everybody come take my hand
We’ll walk this road together, through the storm
Whatever weather, cold or warm
Just let you know that, you’re not alone
Holla if you feel that you’ve been down the same road

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: