Ini bukan Kamus Bahasa Batak tapi ini kamus gaulnya Anak Medan :D

 

 

Anak Main = terjemahan dari playboy. Artinya kira-kira anak gaul lah.

Aci = boleh… nggak/mana aci (nggak boleh..)

Anak muda = jagoan, aktor pemeran utama

Alip = permainan

Alip berondok = petak umpet

Angek = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu, nggak suka

 

Balek= maksudnya: balik.

Bocor alus = agak gila

Belacan = terasi

Bonbon/Bombon = permen

Berselemak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak gitu?)

BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan memang BK. “BK motor kau berapa?”)

Balen = minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen lah…?!)

Berondok = bersembunyi; ngumpet

Bolong = lobang

Baling/Baleng = rusak, ada yang tidak beres (ban keretanya kutengok baling, la… Udah kau perbaiki?)

Bendol = benjol

Berantam = berkelahi

 

Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)

Celit = pelit

Cak = singkatan dari coba… (Cak kau maenkan lagu itu = coba kau maenkan lagu itu)

Cak main = pantang di tantang. Di ajak apa aja mau.

Cengkunek = lagak, omong kosong (jangan banyak cengkunek lah..)

Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/istirahat dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu); atau isyarat memilih lebih dulu (Cop, aku ambil yang ini ya).

Coy = sapaan kawan/sobat, diletakkan di akhir kalimat. Misalnya: Apa kabar, coy?

Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata: mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya); lihat kek; kek mana

Cincong = omong, alasan; Jangan banyak cincong = jangan banyak omong

Cari angin = keluar (rumah atau ruangan) untuk bersantai

 

Dongok/dogol/bedogol = bodoh, pandir

Deking = beking

Demon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu demon kali, ah..)

Doorsmeer = bukan semir pintu, tapi istilah untuk tempat yang menyediakan layanan cuci mobil/motor

 

Enceng = selesai, habis

Ecek-ecek = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat la ya)

Estra = maksudnya ekstra, preview film di televisi atau bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi estranya udah).

 

Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu)

Guli = kelereng

Gerot = dari geger otak, maksudnya rada gila/sinting

Getek = genit

Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung, membeli kompor rusak, kertas/koran bekas, dsb.

Gelut = berkelahi

Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam

Gosok = setrika (kau gosok dulu pakaian ayahmu itu); gosokan = setrikaan

Gobi = ikan kecil yang hidup di got/parit. Bahasa ilmiahnya Lebistes reticulatus. Suka dijadikan mainan anak-anak. Di Jawa disebut ikan seribu.

 

Hajab = hancur

Honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda, tetap aja disebut honda, hihihi…..)

 

Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan (Beta splendens)

 

Kejar waktu = terburu-buru (Mis : abang ga kejar waktu kan ? = abang ga terburu2 kan ?)

Kelen; kelien = kalian

Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw — w nya lemah)

Kede/kedai = warung

Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung jualan sampah, hehehe)

Kereta = sepeda motor

Kereta angin = sepeda

Kerabu = anting-anting

Kali = dari pemendekan kata ‘sekali’; berarti banget, sangat (”hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget deh!”)

Kiri = minggir (”Kiri kau!”…, maksudnya: “minggir lu!”)

Keplor = kepala lorong

Kepling = kepala lingkungan

Klos = dari Bahasa Inggris clutch. Di jawa disebut kopling

Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…

Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak-koyak kertas hasil ujianku

Kek = kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (kek mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga cem/cam

Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)

Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil

Kopek = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya, nanti tambah parah).

Kombur = cakap, banyak omong.

Kalok = maksudnya: kalau, “k” terakhir dibaca seperti huruf hamzah/aposthrope

Ketara = maksudnya: kentara – tampak, terlihat jelas, tercirikan dengan mudah.

 

Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)

Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)

Lengkong = cincau hitam, buat campuran es sirop

Lego = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge-lego bola)

Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)

Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)

Limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).

Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.

 

Mamak = ibu, mama

Mamak-mamak = mengacu pada orang yang lamban, tidak gesit (jalan kau pun kayak mamak-mamak)

Mentel = genit, centil

Mengkek = manja

Mereng = miring, sering juga disebut mencong

Minyak lampu = minyak tanah

Monza = akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas (celana monza ya?)

Merepet = mengomel, marah

Manipol = akronim dari mandailing polit = mandailing pelit /kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal belum tentu benar.

Mentiko = belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah

Merajuk = ngambeg

Main-main; keluar main-main = Istilah untuk jam istirahat sekolah (“Keluar main-mainnya jam berapa ya?”)

Masuk angin = melempem (khusus buat makanan, kue, atau kerupuk) — kerupuknya nggak enak, udah masuk angin…

 

Nembak = bukan menembak, atau nembak cewek, tapi istilah untuk makan tapi nggak bayar (si Ucok nembak di warung Kak Ipah).

 

Oyong = terhuyung2x, limbung

 

Pala : Ga seberapa (Contoh ia ga pala jahat kali lah sama aku…); dicukup-cukupkan

Pakek = maksudnya: pakai, “k” terakhir dibaca seperti huruf hamzah/aposthrope

Pasar = jalan

Pasar Item = jalan beraspal

Pesong = gila, tidak waras

Pukimbek, pukilik = s*alan, makian

Pajak = pasar

Pening = pusing

Paten = hebat

Pinggir = kiri (perintah untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata “pinggir” (bukan “kiri”).

Pusing = keliling

Palak : Sebel, marah.

Perei = libur (slang dari free)

Ponten = nilai

Panglong = toko tempat penjualan material bangunan

Paret = maksudnya parit, got

Pekak = tuli (percuma kau teriak, dia orangnya memang pekak)

Pencorot = nomor urut paling akhir, pecundang (di kelas, dia pencorot)

Pauk/Paok = Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun kau, gitu aja nggak bisa)

Pulak = maksudnya: pula; Cemmana pulak abang ni (bagaimana pula abang ini?)

Preman lontong = preman yang klemak-klemek, lemes tidak garang

Pakek = maksudnya: pakai, “k” terakhir dibaca seperti huruf hamzah/aposthrope

 

Raun-raun = jalan-jalan berkeliling (dari bahasa inggris: round-round=keliling-keliling)

RBT = Ojek (RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang

Rupanya = ternyata… ( Contoh : di sini kau rupanya! aku cari-cari kemana-mana)

Recok = ribut, berisik

Rojali = rokok jarang beli

Rol = penggarisan, mistar (kt. benda)

Rusuh = grasa-grusu (”Rusuh kali kelien, tenang sikit kenapa?”)

 

Sarap = tidak waras, gila (yang sarap-nya kauw? Kamu gila ya?)

Senget = tidak waras, gila

Silap = salah, keliru – kalau awak tak silap —

Simpang = perempatan, atau pertigaan jalan

Selow = slang dari slow (lambat)

Semak = kumuh, berantakan, kacau (semak kali kamar ni… semak muka kau kulihat)

Sepeda Janda = sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun…

Somboy = sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.

Sikit = plesetan dari sedikit

Sudako = angkot

Sor = syur, suka; sor kali aku lah ama cewe tu..

Selop = sandal

Setip = penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)

Siap = selesai; done (tugasku udah siap, jadi aku bisa santai sekarang)

Seken = salaman (dari bhs Inggris: shake hand) – kalo cocok, seken dulu kita….

Sempak = maksudnya swim pack; celana renang utk lelaki. Dipakai lebih untuk menyebut celana dalam pria. (Sempaknya merek GT-Man)

 

Tumiro = tukang minta rokok

Tungkik = teler, cairan di kuping (ih, jijik)

Tumbuk = pukul , kutumbuk kau nanti…

Telekung = mukena

Titi = jembatan (kalo mau ke rumahnya, kau harus lewat titi besar itu, baru sampe)

Tonggek = bokong yang montok

Tepos = lawan tonggek

Tokok; menokok = 1) memalu, memaku (tolong kau tokok dulu paku ini di papan itu); 2) pukul, jitak (ditokoknya kepalaku, Kak, sakit lah)

Tepung roti = tepung terigu

Tarok = meletakkan (coba kauw tarok tasmu di atas meja)

Terei = dari kata try (inggris), artinya coba (Cak di-terei dulu barang ni…)

Tekong; Tekongan = menikung; tikungan, simpang jalan (agak nekong kau sikit, biar nggak dilengger mobil; kutunggu kau di tekongan)

Toke = tauke, majikan atau pedagang Tionghoa.

Titi Gantung = tempat di kawasan lapangan merdeka, dekat stasiun KA Medan, yang dulunya banyak yang jualan buku (bekas).

Tokoh = tipu (kt. benda); nokoh, menokoh (kt. kerja): menipu (anak itu kerjanya nokohin orang tuanya, hati-hati jangan mudah percaya)– tukang nokoh: tukang tipu

Ubi = singkong; ubi rambat = ubi jalar

Woy = panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang (Woy, di mana kelien?)

Kalau ada yg lain, boleh di tambahin :)

 

(copas gan)

About these ads